Berita & Pengetahuan - Tak sekedar berita tapi menyajikan pengetahuan
Pegawai Kontrak Bersaksi di MK Terkait Dugaan Pelanggaran Cagub Petahana Kalsel

Pegawai Kontrak Bersaksi di MK Terkait Dugaan Pelanggaran Cagub Petahana Kalsel

foto : courtesy KBK
Tak sedikit warga Kalsel terutama para pendukung Paslon Denny - Difri yang ingin mengetahui putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel tahun 2020. 

Warga banyak yang penasaran terkait putusan MK, karena tertutupnya informasi yang bisa diakses baik ke situs MK maupun dikarenakan tak adanya siaran langsung terkait sidang Pilkada Kalsel.

Namun terdapat beberapa situs media online yang menurunkan pemberitaan seputar masalah tersebut, misalkan Kantor Berita Kalimantan (KBK) Online yang menurunkan pemberitaan seputar permbuktian dan pemeriksaan para saksi oleh MK.

"Hak menang ! Kami para saksi telah meyakinkan majelis hakim MK tentang bukti telah terjadinya dugaan pelanggaran selama tahapan Pilgub Kalsel, misalnya masalah dugaan penyelahgunaan Bansos Covid-19, tandon, dan penggunaan tagline Bergerak, jelas Jurkani, seorang saksi seperti dikutip dari KBK Online.

Sementara dikutip dari berita Akurat.co, seorang saksi bernama M. Yahya, menjelaskan terjadinya pelanggaran penggunaan Bansos untuk pemenangan Paslon Petahana, Sahbirin - Muhidin.

M. Yahya yang mengaku sebagai Sopir, Tenaga Kontrak di Balai Pengawasan Benih Kalsel itu mengungkapkan, setiap hari seluruh karyawan diperintahkan mengemas beras Bansos per hari hingga 7 ton atau sekitar 1.800 kemasan dengan stiker bertuliskan 'Bergerak' dan 'Paman Birin' disertai foto Sahbirin dilakukan dengan pengerahan pegawai kontrak.

Di beberapa platform media sosial terutama Facebook; tak sedikit warga Kalsel yang mendoakan dan berharap kemenangan untuk Paslon Denny - Difri. (Red)

Post a comment

0 Comments