newSticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Klik atau Tekan Saja Foto di Bawah Ini Untuk Pemesanan Langsung

Jelang PSU di Kalsel, Pelaku Politik Uang Ancam Satgas NU Pakai Parang

Maka ibarat senjata makan tuan, kasusnya bukan lagi pengancaman, namun beralih menjadi kasus penggunaan senjata tajam yang tidak sesuai dengan peruntukkan yang mengarah kepada oknum politik uang. Fitnah ini dilayangkan guna mendegradasi upaya penindakan dan pencegahan politik uang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Langkah kami untuk mencegah politik uang justru dibalas dengan fitnah keji para oknum. Banyak fakta dipelintir sehingga tudingan-tudingan buruk mengarah kepada kami. Kami tegaskan, upaya menihilkan politik uang adalah bagian dari cita-cita demokrasi serta jihad politik untuk melahirkan pemimpin yang amanah bagi Banua," ungkap Amrullah, Wakil Koordinator Satgas Pencegahan Money Politic Nahdlatul Ulama (NU) Kota Banjarmasin.

Satu diantara organisasi umat Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, yang juga turut meramaikan kegiatan patroli pencegahan praktik politik uang (Money Politic). Namun patroli tersebut tidak selalu berjalan mulus. Baru-baru tadi tim dari Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan diancam dengan senjata tajam oleh seseorang yang diduga akan melakukan praktik politik uang. 

Kejadian di atas bermula ketika Satgas NU menerima laporan masyarakat bahwa ada seorang yang telah selesai membagi uang untuk memilih Pasangan Calon (Paslon) tertentu di RT 02 Kelurahan Pekauman. Rencananya akan berlanjut di RT 06 di kelurahan yang sama. 


Namun, rencana tersebut digagalkan oleh Satgas NU yang menyaksikan oknum penumpang mobil Xenia DA 1947 BK memasukkan kembali tas yang diduga berisi uang serangan fajar. Bahkan oknum tersebut mengacungkan senjata tajam (Sajam) berupa parang, menandakan ancaman bagi Satgas NU yang berani mendekat akan mendapatkan luka atau cidera.

Setelah terciduk mobil oknum tersebut melaju cepat menyisir jalan kota dan masuk menyembunyikan diri di RSUD Ansari Saleh. Beberapa saat kemudian mobil keluar dan menuju perempatan Jalan S Parman dan Jalan Tarakan, lalu ke Jalan RE Martadinata. Lalu Satgas NU kembali mengikuti hingga berada persis di belakang Mobil Xenia saat di lampu lalulintas perempatan. 

“Saking paniknya, oknum politik uang memundurkan laju mobil hingga menabrak bumper mobil yang kami tumpangi. Selanjutnya mobil Xenia yang sering teridentifikasi mencabut spanduk anti politik uang ini, menginjak gas dan mengarah masuk ke Mapolda Kalsel," pungkas Amrullah.

Singkat cerita oknum politik uang melaporkan aksi kejar-kejaran di atas ke Polda Kalsel, lalu dilimpahkan ke Kepolisian Resort Kota Banjarmasin (Polresta Banjarmasin). Sabtu dini hari (05/06/21), baik pihak Satgas NU maupun oknum politik uang diperiksa oleh Penyidik Polresta Banjarmasin. Oknum tersebut menuding Satgas NU telah melakukan pengancaman. Justru berdasarkan keterangan saksi mata, terkonfirmasi oknum politik uang membawa barang bukti berupa sebilah parang yang diduga untuk mengancam pihak-pihak yang mencegah politik uang di Banjarmasin Selatan. (Siaran Pers)

Post a Comment

0 Comments