newSticker

10/recent/ticker-posts

Header Ads Widget


Klik aja langsung fotonya untuk pemesanan hasil produk berbahan Aluminium dari Sejahtera Aluminium, dijamin produknya memuaskan.

Waket DPRD Kalsel; Penanganan Corona Jangan Melupakan Stunting

"Corona merajalela, stunting jangan terlupa. Jangan-jangan Corona yang menjadi faktor pendukung peningkatan stunting," ujar Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin, SE, M.AP mengingatkan.

Secara nasional angka stunting (penghambat pertumbuhan pada anak, Red) pada 2020 sekitar 27,6 persen dan diharapkan pada 2024 menurun menjadi 14 persen. Adapun faktor penyebab Stunting di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan ibu akan gizi dan pola asuh 1000 HPK, infeksi bayi secara berulang, terbatasnya layanan kesehatan dan sanitasi yang buruk.

Di Kalsel hingga 2018 berdasarkan data E-PPGBM angka stunting di Kalsel sebesar 22,2 persen, sedangkan dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 tercatat sebesar 33 persen. Angka stunting di Kalsel ditargetkan turun hingga 20 persen.

Pemprop Kalsel sedang berusaha keras mengurangi kasus stunting, karena angka stunting Kalsel saat ini berada di atas angka nasional.

"Anak-anak ini adalah yang nantinya menjadi penerus kita dalam membangun daerah, tentunya harus lebih baik dari kita, stunting harus diselesaikan bersama" ujar Politisi PDIP itu.

Menurut Mantan Anggota DPRD Tanah Bumbu itu pula, langkah pertama adalah perlunya landasan hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mengenai Stunting, disana diatur bagaimana penyelenggaraan pencegahan dan penanganan stunting, sehingga dari sana dapat jadi acuan agar penanganan menjadi selaras. (Rel/Red)

Post a Comment

0 Comments